Ketahui Prosedur Hemodialisa pada RSUD Cibabat

Ketahui Prosedur Hemodialisa pada RSUD Cibabat

Hemodialisa yang merupakan salah satu layanan medis dari RSUD Cibabat adalah suatu cara atau metode perawatan yang berguna untuk menyaring dan memurnikan darah menggunakan mesin. Hemodialisa membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit Anda ketika ginjal tidak dapat melakukan tugasnya untuk menyaring darah dengan membuang limbah dan kelebihan cairan dari tubuh.

Ginjal yang berfungsi dengan baik dapat mencegah terjadinya kelebihan air pada tubuh, dan penumpukan limbah dan kotoran di dalam tubuh Anda. Ginjal juga membantu mengontrol tekanan darah dan mengatur kadar unsur kimia dalam darah, termasuk natrium dan kalium. Ginjal bahkan dapat mengaktifkan bentuk vitamin D yang meningkatkan penyerapan kalsium.

Ketika ginjal tidak dapat melakukan fungsi-fungsi ini karena penyakit atau cedera, dialisis seperti hemodialisa yang bisa dilakukan di RSUD Cibabat dapat membantu menjaga tubuh tetap berjalan senormal mungkin. Tanpa hemodialisa, maka akan terjadi penumpukan garam dan produk limbah lainnya di dalam darah, yang akan meracuni tubuh, dan merusak organ lain.

Meski begitu, hemodialisa bukanlah obat untuk penyakit ginjal atau masalah lain yang mempengaruhi ginjal. Perawatan yang berbeda bisa saja masih diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

Risiko Melakukan Hemodialisa

Risiko yang terkait dengan prosedur medis hemodialisa meliputi:

Tekanan darah rendah (hipotensi)

Penurunan tekanan darah adalah efek samping yang umum terjadi usai melakukan prosedur medis hemodialisa, terutama jika Anda menderita diabetes. Tekanan darah rendah dapat disertai dengan gejala seperti sesak napas, kram perut, kram otot, mual atau muntah.

Kram otot

Meskipun penyebabnya tidak jelas, kram otot selama hemodialisa sering terjadi. Terkadang kram yang terjadi dapat dikurangi dengan menyesuaikan resep hemodialisa. Menyesuaikan asupan cairan dan natrium ketika masih melakukan perawatan hemodialisa juga dapat membantu mencegah gejala timbul selama perawatan.

Gatal 

Banyak orang yang menjalani hemodialisa mengalami efek samping seperti kulit yang gatal, yang seringkali memburuk selama atau setelah prosedur.

Muncul masalah tidur

Orang yang menjalani hemodialisa sering mengalami kesulitan tidur, kadang-kadang karena gangguan pernapasan saat tidur (sleep apnea) atau karena kaki pegal, tidak nyaman atau merasa gelisah.

Anemia

Tidak memiliki cukup sel darah merah dalam darah adalah komplikasi yang umum terjadi dari kondisi gagal ginjal dan prosedur hemodialisa. Gagal ginjal mengurangi produksi hormon yang disebut erythropoietin, yang merangsang pembentukan sel darah merah. Pembatasan diet atau pola makan, penyerapan zat besi yang buruk, tes darah yang terlalu sering, atau penghilangan zat besi dan vitamin dengan hemodialisa juga dapat menyebabkan anemia.

Penyakit tulang

Jika ginjal yang rusak tidak lagi dapat memproses vitamin D, yang membantu Anda menyerap kalsium, kondisi tulang bisa menjadi melemah. Selain itu, kelebihan produksi hormon paratiroid yang merupakan komplikasi umum dari gagal ginjal, juga dapat melepaskan kalsium dari tulang.

Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam atau minum terlalu banyak cairan, kondisi tekanan darah tinggi kemungkinan akan memburuk dan menyebabkan masalah jantung atau stroke.

Kelebihan cairan

Karena cairan dikeluarkan dari tubuh selama proses hemodialisa, minum lebih banyak cairan daripada yang direkomendasikan akan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti gagal jantung atau akumulasi cairan di paru-paru Anda (edema paru).

Peradangan pada selaput yang mengelilingi jantung (perikarditis)

Hemodialisa yang tidak mencukupi dapat menyebabkan membran yang mengelilingi jantung meradang, yang dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh Anda.

Kadar kalium tinggi (hiperkalemia)

Kalium adalah mineral yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak potasium daripada yang direkomendasikan, maka kadar potasium dalam tubuh mungkin menjadi terlalu tinggi. Dalam kasus yang parah, terlalu banyak kalium dapat menyebabkan jantung berhenti bekerja.

Amiloidosis

Amiloidosis terkait dialisis dapat terjadi ketika protein dalam darah disimpan pada persendian dan tendon, yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan cairan pada persendian. Kondisi amiloidosis ini lebih sering terjadi pada orang yang telah menjalani hemodialisa selama lebih dari lima tahun.

Depresi

Perubahan suasana hati sering terjadi pada orang yang mengalami gagal ginjal. Jika Anda mengalami depresi atau kecemasan setelah memulai hemodialisa, bicarakan dengan tim perawatan kesehatan Anda tentang pilihan pengobatan yang efektif.

Untuk Anda yang membutuhkan prosedur hemodialisa, Anda bisa mengunjungi RSUD Cibabat yang berlokasi diJalan Jend. H. Amir Machmud No.140, Cibabat, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat 40513. RSUD Cibabat memiliki jam operasional mulai hari Senin hingga Minggu, sejak pukul 00.00 sampai pukul 23.59.

Leave a Reply