Kenali Penyebab Abses Payudara, Gejala dan Cara Mengobatinya

Kenali Penyebab Abses Payudara, Gejala dan Cara Mengobatinya

Salah satu kondisi yang menyeramkan bagi perempuan adalah masalah kesehatan pada payudara. Hal ini disebabkan masalah kesehatan tersebut bisa mengindikasi adanya kanker payudara, salah satunya adalah abses payudara.

Abses payudara merupakan kondisi dimana terjadi pembengkakan dan peradangan di bawah kulit payudara yang disebabkan oleh penumpukan nanah sebagai akibat dari infeksi bakteri. 

Kondisi ini paling sering terjadi pada perempuan menyusui. Meskipun begitu kemungkinan terkena abses pada payudara pada wanita yang tidak menyusui bahkan pria sekalipun  tetap ada. 

Hal ini bisa disebabkan karena abses pada payudara juga bisa dilatarbelakangi karena seseorang memiliki kelebihan berat badan, perempuan dengan payudara besar, atau tidak menjaga kebersihan diri dengan baik.

Abses payudara akibat infeksi seperti mastitis, tidak memicu kanker payudara

Abses pada perempuan yang tidak menyusui dan laki-laki dikenal sebagai abses payudara subareolar. Di mana bakteri masuk ke dalam jaringan payudara melalui luka, tindik puting, atau bagian puting yang pecah-pecah.

Gejala abses payudara

Seseorang yang mengalami abses payudara biasanya akan mengalami nyeri dan perubahan bentuk pada payudara. Gejala abses payudara yang umum terjadi adalah sebagai berikut: 

  1. Rasa nyeri di sekitar payudara seperti apa yang mungkin dirasakan perempuan pada masa menstruasi
  2. Kulit berubah kemerahan atau muncul bintik dan perubahan warna pada payudara
  3. Terjadi pembengkakan yang ditandai perubahan ukuran payudara
  4. Kulit payudara anda terasa hangat, atau anda merasa hangat di bagian payudara
  5. Terjadi drainase puting atau keluarnya cairan seperti nanah dari puting. Cairan ini bisa juga keluar dari bagian payudara yang lain. 
  6. Keluhan pada payudara anda bisa juga dibarengi dengan demam, kedinginan, atau kelelahan sebagai gejala umum seseorang mengalami infeksi.

Bagaimana cara mendiagnosa abses payudara? 

Tidak ada yang bisa mendiagnosa atau mengetahui kondisi kesehatan yang terjadi pada seseorang kecuali dokter. 

Hal ini juga berlaku terhadap abses payudara, anda tidak bisa mendiagnosa diri sendiri apakah itu abses, nyeri biasa, bahkan kista dan kanker. 

Dokter sebagai profesional di bidang medis akan mendiagnosa anda melalui serangkaian pemeriksaan mulai dari tanya jawab dan pemeriksaan fisik. 

Anda akan ditanya secara runtut dan lengkap bagaimana awal mula munculnya abses pada payudara, sudah berapa lama, sampai riwayat kesehatan yang mungkin dimiliki. 

Untuk memperkuat diagnosa dokter juga bisa melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), tes darah, atau pengambilan sampel cairan di bawah kulit dengan jarum.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pembengkakan dan penumpukan zat asing di dalam payudara anda bukanlah kista jinak ataupun kanker. 

Jadi, apabila anda menginginkan diagnosa yang valid dan treatment yang benar, anda perlu berkonsultasi pada dokter. 

Cara mengobati abses payudara 

  1. Pemberian obat antibiotik 

Sebagai penanganan pertama dokter biasanya akan memberi anda obat antibiotik untuk mengatasi infeksi dan membunuh bakteri penyebab infeksi. Ada antibiotik yang juga aman digunakan untuk ibu menyusui. 

Beberapa antibiotik yang bisa diberikan  untuk penderita abses payudara misalnya  cephalexin, clindamycin, dan amoxicillin.

  1. Pembedahan 

Pembedahan untuk mengatasi abses payudara bisa dilakukan dengan membuat luka atau sayatan kecil pada bagian yang mengalami abses.

Kemudian dokter akan mengeluarkan nanah yang berada di bawah kulit tersebut dengan bantuan jarum suntik atau selang kateter. Nanah juga bisa dikeluarkan menggunakan alat biopsi. 

Pemulihan abses payudara tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Untuk kasus yang ringan kondisi bisa sembuh hanya dalam waktu beberapa hari. Untuk kondisi yang cukup berat bisa sembuh dalam waktu beberapa minggu. 

Anda perlu berkonsultasi secara rutin dan berkelanjutan dengan dokter, dikarenakan abses payudara memiliki tingkat pengulangan yang tinggi yaitu sekitar 53%.

Abses payudara berulang terjadi kalau anda kembali mengalami kondisi yang sama dalam kurun waktu 6 bulan setelah kasus sebelumnya. Mencegah infeksi pada payudara bisa membantu mencegah terjadinya infeksi payudara maupun abses payudara berulang. 

Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah infeksi pada payudara adalah menjaga kebersihan dan kelembaban payudara, mengonsumsi makanan bergizi, rutin menyusui, menggunakan bra yang nyaman, hingga olahraga teratur, dan meminum banyak air putih untuk menghindari dehidrasi. 

Jika anda masih penasaran tentang abses payudara anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui aplikasi SehatQ.

Salah satu kondisi yang menyeramkan bagi perempuan adalah masalah kesehatan pada payudara. Hal ini disebabkan masalah kesehatan tersebut bisa mengindikasi adanya kanker payudara, salah satunya adalah abses payudara.

Abses payudara merupakan kondisi dimana terjadi pembengkakan dan peradangan di bawah kulit payudara yang disebabkan oleh penumpukan nanah sebagai akibat dari infeksi bakteri. 

Kondisi ini paling sering terjadi pada perempuan menyusui. Meskipun begitu kemungkinan terkena abses pada payudara pada wanita yang tidak menyusui bahkan pria sekalipun  tetap ada. 

Hal ini bisa disebabkan karena abses pada payudara juga bisa dilatarbelakangi karena seseorang memiliki kelebihan berat badan, perempuan dengan payudara besar, atau tidak menjaga kebersihan diri dengan baik.

Abses pada perempuan yang tidak menyusui dan laki-laki dikenal sebagai abses payudara subareolar. Di mana bakteri masuk ke dalam jaringan payudara melalui luka, tindik puting, atau bagian puting yang pecah-pecah.

Gejala abses payudara

Seseorang yang mengalami abses payudara biasanya akan mengalami nyeri dan perubahan bentuk pada payudara. Gejala abses payudara yang umum terjadi adalah sebagai berikut: 

  1. Rasa nyeri di sekitar payudara seperti apa yang mungkin dirasakan perempuan pada masa menstruasi
  2. Kulit berubah kemerahan atau muncul bintik dan perubahan warna pada payudara
  3. Terjadi pembengkakan yang ditandai perubahan ukuran payudara
  4. Kulit payudara anda terasa hangat, atau anda merasa hangat di bagian payudara
  5. Terjadi drainase puting atau keluarnya cairan seperti nanah dari puting. Cairan ini bisa juga keluar dari bagian payudara yang lain. 
  6. Keluhan pada payudara anda bisa juga dibarengi dengan demam, kedinginan, atau kelelahan sebagai gejala umum seseorang mengalami infeksi.

Bagaimana cara mendiagnosa abses payudara? 

Tidak ada yang bisa mendiagnosa atau mengetahui kondisi kesehatan yang terjadi pada seseorang kecuali dokter. 

Hal ini juga berlaku terhadap abses payudara, anda tidak bisa mendiagnosa diri sendiri apakah itu abses, nyeri biasa, bahkan kista dan kanker. 

Dokter sebagai profesional di bidang medis akan mendiagnosa anda melalui serangkaian pemeriksaan mulai dari tanya jawab dan pemeriksaan fisik. 

Anda akan ditanya secara runtut dan lengkap bagaimana awal mula munculnya abses pada payudara, sudah berapa lama, sampai riwayat kesehatan yang mungkin dimiliki. 

Untuk memperkuat diagnosa dokter juga bisa melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG), tes darah, atau pengambilan sampel cairan di bawah kulit dengan jarum.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pembengkakan dan penumpukan zat asing di dalam payudara anda bukanlah kista jinak ataupun kanker. 

Jadi, apabila anda menginginkan diagnosa yang valid dan treatment yang benar, anda perlu berkonsultasi pada dokter. 

Cara mengobati abses payudara 

  1. Pemberian obat antibiotik 

Sebagai penanganan pertama dokter biasanya akan memberi anda obat antibiotik untuk mengatasi infeksi dan membunuh bakteri penyebab infeksi. Ada antibiotik yang juga aman digunakan untuk ibu menyusui. 

Beberapa antibiotik yang bisa diberikan  untuk penderita abses payudara misalnya  cephalexin, clindamycin, dan amoxicillin.

  1. Pembedahan 

Pembedahan untuk mengatasi abses payudara bisa dilakukan dengan membuat luka atau sayatan kecil pada bagian yang mengalami abses.

Kemudian dokter akan mengeluarkan nanah yang berada di bawah kulit tersebut dengan bantuan jarum suntik atau selang kateter. Nanah juga bisa dikeluarkan menggunakan alat biopsi. 

Pemulihan abses payudara tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Untuk kasus yang ringan kondisi bisa sembuh hanya dalam waktu beberapa hari. Untuk kondisi yang cukup berat bisa sembuh dalam waktu beberapa minggu. 

Anda perlu berkonsultasi secara rutin dan berkelanjutan dengan dokter, dikarenakan abses payudara memiliki tingkat pengulangan yang tinggi yaitu sekitar 53%.

Abses payudara berulang terjadi kalau anda kembali mengalami kondisi yang sama dalam kurun waktu 6 bulan setelah kasus sebelumnya. Mencegah infeksi pada payudara bisa membantu mencegah terjadinya infeksi payudara maupun abses payudara berulang. 

Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mencegah infeksi pada payudara adalah menjaga kebersihan dan kelembaban payudara, mengonsumsi makanan bergizi, rutin menyusui, menggunakan bra yang nyaman, hingga olahraga teratur, dan meminum banyak air putih untuk menghindari dehidrasi. 

Jika anda masih penasaran tentang abses payudara anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung melalui aplikasi SehatQ.

Leave a Reply